Penjelasan Tentang Perjudian dan Permainan Taruhan

Situs Judi Online – Penjelasan Tentang Perjudian dan Permainan Taruhan yang sangat diharamkan dalam agama islam. Allah SWT telah menciptakan manusia sebagai hamba yang sangat sempurna. Dia telah membuat beberapa batasan dan aturan untuk seluruh ummat manusia. Kami menyebut batasan ini, yang harus kami patuhi sepanjang hidup kami, yaitu halal dan haram.

Minum dan berjudi adalah salah satu kebiasaan yang paling berbahaya di zaman jahiliyah. Larangan kedua kebiasaan buruk tersebut dilakukan secara bertahap karena ketidaktahuan masyarakat akan jahiliyah terhadap judi dan miras. Maka dari itu pada periode jaman jahiliyah, alkohol dan perjudian belum dilarang. Dan perjudian saat ini telah berevolusi seiring perkembangan jaman, judi online deposit pulsa misalnya yang ikut berkembang pesat dengan dukungan internet.

Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, penduduk Madinah sedang minum anggur dan memakan hasil rampasan mereka dengan berjudi. Setelah itu beberapa sahabat bersama Umar berkata, “Ya Rasulullah, beri kami fatwa tentang anggur, karena itu menjernihkan pikiran.” Mereka berkata, dan ayat ini turun.

لونك الخمر الميسر ل ا افع للناس ا لونك اذا ل العفو لك الل لكم الآيات لعلكم

“ Mereka bertanya kepadamu tentang minum dan berjudi. Katakanlah: Pada kedua hal ini terdapat kerugian yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia; Kerugiannya lebih besar daripada manfaatnya. Mereka juga menanyakan apa yang akan mereka belanjakan. Katakan: Lebih dari kebutuhan. Demikianlah Allah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepadamu agar kamu merenungkannya”. (Baqara, 2/219) ayat diturunkan.

Namun, ayat ini dianggap oleh para sahabat sebagai alkohol dan perjudian belum dilarang. Karena itu, mereka terus minum dan berjudi. Suatu hari, salah seorang imigran yang mabuk miras menjadi imam dalam shalat magrib dan memimpin teman-temannya dalam shalat. Dia membuat kesalahan dalam bacaan dan bingung di mana dia membacanya.

ا ا الَذِينَ اْ لاَ اْ الصّلاَةَ ارَى لَم ا

“ Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati shalat sampai kamu mengetahui apa yang kamu ucapkan dalam keadaan mabuk.” (Nisa, 4/43) ayat diturunkan.

Tetapi orang-orang terus minum anggur dan berjudi. Mereka minum cukup anggur untuk tidak mabuk, dan kemudian mereka berdoa.

Suatu hari Itban b. Malik, Sa’d b. Dia mengundang beberapa orang dengan Ebi Vakka, mereka minum, dan ketika mereka mabuk, mereka mulai menyombongkan diri dan menyanyikan puisi. Sementara itu, Sa’d membacakan puisi tentang sindiran salah seorang Ansar, dan dia memukulnya dengan tulang rahang dan membelah kepalanya. Oleh karena itu, Sa’d, Hz. Dia pergi ke Nabi dan mengeluh, di mana Rasulullah berkata: “Ya Tuhan! Beri kami pernyataan yang cukup tentang anggur!” Ayat-ayat berikut diturunkan ketika dia berdoa:

ا ا الذين ا ا الخمر الميسر الأنصاب الأزلام ل الشيطان اجتنبوه لعلكم لحون

ا الشيطان العداوة البغضاء الخمر الميسر الله الصلاة ل

“Hai orang-orang yang beriman! Alkohol, judi, berhala dan panah meramal semuanya adalah hal-hal yang najis dari pekerjaan setan. Maka hindarilah agar kalian beruntung. Dalam miras dan judi, setan hanya ingin menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka. Anda dan untuk mencegah Anda dari mengingat Allah dan berdoa. Anda menyerah sekarang, bukan?” (Pembantu, 5/90,91).

Apa Bahaya Besar Judi Online Maupun Taruhan yang Banyak Jenisnya?

Ada bahaya besar dalam alkohol dan perjudian online yang lagi marak saat ini. Secara umum, keduanya kehilangan harta benda dan seringkali ini menyeret satu sama lain. Kedua kebiasaan buruk tersebut mengganggu keseimbangan psikologis dan fisiologis individu dan mengancam kesehatan mental dan spiritual mereka. Alkohol dan perjudian dapat menghancurkan kedamaian individu, serta keluarga, kerabat, dan masyarakat mereka.

Sebagai akibatnya, keutuhan keluarga terguncang dan anak-anak yang tidak bersalah dan tidak berdosa kehilangan kasih sayang orang tua mereka. Situasi ini menyebabkan generasi muda tumbuh menganggur, tanpa pendidikan, cinta dan kasih sayang, terjerumus ke dalam cengkeraman kebiasaan yang merugikan, dan kehilangan masa depan.

Islam tidak hanya melarang perjudian, tetapi juga mengutuk keras mereka yang memainkan segala bentuk permain taruhan maupun judi online. Di sisi lain, kompetisi hiburan atau pemenang hadiah dipisahkan dari perjudian dan varietasnya, dan tidak pernah dianggap sebagai perjudian. Sementara perjudian, keuntungan dari perjudian dan jenis permainan dan hiburan yang cenderung mengarah ke taruhan dilarang dalam Al-Qur’an dan hadits. Semakin awal seseorang mulai berjudi, semakin tinggi risiko terkena kecanduan.